Piloting Project Padi PM-AAS 100 Hektare Resmi Dimulai di Tanjung Jabung Barat
TANJUNG JABUNG BARAT – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi resmi memulai piloting project padi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 100 hektare di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Rabu (10/6). Penanaman perdana dilakukan pada lahan awal seluas 6 hektare di Kelompok Tani Mekar Sari. Program 100 hektare ini mengintegrasikan tiga kelompok tani lokal, yaitu Kelompok Tani Mekar Sari (40 hektare), Kelompok Tani Karya Mukti (40 hektare), dan Kelompok Tani Sri Jaya (20 hektare). Kegiatan dihadiri Asisten II Bupati Tanjung Jabung Barat Firdaus Khatab, Pemimpin Cabang Bulog Reny Lelianda, perwakilan Dinas TPHP Tanjung Jabung Barat, PT Pupuk Indonesia, Danramil, Camat Batang Asam, Kepala Desa Rawa Medang Saprai, penyuluh pertanian, petani, serta jajaran BRMP Jambi yang dipimpin Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan simbolis bantuan 4 unit drum seeder kepada kelompok tani untuk mendukung percepatan tanam langsung, dilanjutkan aksi tanam bersama di lahan PM-AAS. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan demonstrasi penggunaan drone sprayer bersama Brigade Pangan sebagai bagian dari penerapan mekanisasi pertanian modern. Sesuai petunjuk teknis PM-AAS, kegiatan budidaya dikawal melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, mulai dari pengolahan tanah menggunakan traktor roda empat rotavator, perlakuan benih, aplikasi herbisida pra-tumbuh, manajemen pemupukan, hingga kesiapan combine harvester saat panen. Bantuan sarana produksi juga diserahkan secara simbolis, antara lain benih padi hibrida varietas Mapan 30 kilogram dan benih Inpari 42 sebanyak 10 ton, serta dukungan pupuk dan dolomit untuk membantu menekan biaya produksi petani.
Dalam sambutannya, Yunimar menegaskan bahwa keberhasilan PM-AAS sangat bergantung pada komitmen petani dalam mengikuti standar operasional budidaya dan memanfaatkan bantuan pemerintah secara optimal. Ia berharap penerapan mekanisasi dari hulu hingga hilir mampu meningkatkan efisiensi, menjaga konsistensi produksi, serta mendukung penyerapan gabah petani oleh Bulog secara berkelanjutan. Sementara itu, Asisten II Bupati Tanjung Jabung Barat Firdaus Khatab meminta penyuluh pertanian melakukan pendampingan intensif agar petani dapat mengadopsi teknologi mekanisasi modern dengan baik. Melalui sinergi pemerintah daerah, BRMP Jambi, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani, piloting project PM-AAS di Rawa Medang diharapkan menjadi model pertania